Showing posts with label Sela. Show all posts
Showing posts with label Sela. Show all posts

Tuesday, March 6, 2012

Ikhlas

Ikhlas adalah alat dan seni kehidupan.
Sebagai 'alat' ia berfingsi melepas jepitan kesulitan dengan melonggarkan himpitan hati yang selama ini 'mengunci' masalah itu dalam kesadaran.
Ia pun merupakan 'seni' hidup untuk 'mengejar tanpa berlari' atau 'bekerja keras tanpa ngotot berusaha'
Mari kita berserah pada Tuhan dalam meraih kesuksesan dalam kehidupan.

GBU~

Sudahkah Anda Menjadi Sahabat yang Baik ?


Memiliki seorang atau bahkan lebih sahabat merupakan hal yang wajar.
Tapi disini kita juga belajar banyak hal, tidak hanya belajar berteman, tapi jauh sebelumnya kita pasti juga memilah mana teman yang baik untuk pergaulan dan mana yang tidak, belajar untuk mengenal sosok pribadi baru yang pasti beragam.
Tak jarang juga pasti dalam persahabatan kadang ada pertengkaran.
Tapi juga jangan sering-sering ya? Hehe.
Ini ada sedikit tips buat kalian para sahabat yang mau selalu belajar menjadi sahabat yang baik :)

-Mulailah untuk mengenal karakter sahabat anda , karena setiapa orang itu punya karakter masing-masing. gak mungkin kan sifat sahabat anda sama dengan sifat anda?? jadi mulai sekarang cobalah untuk memahami dia,jangan selalu dia untuk memahami anda

-Jadilah pendengar yang baik untuk sahabat anda , karena walaupun bagaimana pun sahabat kita tentu juga punya masalah, walaupun tidak selamanya dia akan selalu bercerita kepada anda. jangan pernah ngacangin dia sewaktu dia lagi cerita sob! itu bakalan nyakitin perasaan dia. terus berilah nasehat nasehat penyemangat buat dia, tapi cara anda jangan seperti menggurui dia, berilah nasehat secara perlahan dan yakini dia bahwa apa yang sedang dia hadapi anda juga merasakannya.

-Jangan pernah meremehkan kepercayaan dia. karena kepercayaan adalah kunci persahabatan yang abadi. jangan pernah anda mengobral rahasia dia kepada orang lain.
jangan pernah merasa dia ada kekurangan ataupun anda memiliki kelebihan , karena jika sudah ada rasa berbeda diantara anda dan sahabat anda, itu akan menjadi jurang pemisah buat anda dan sahabat anda.ingat lah bahwa kebahagiaan dia adalah kebahagiaan anda juga.

-Berilah support kepada sahabat anda selalu baik dia sedang membutuhkan ataupun tidak, sahabat itu harus saling menguatkan. tidak ada manusia yang bisa kuat jika ia sendirian.

-Dekat bukan berarti harus tergantung satu sama lain. Berikan pertolongan secukupnya. Jagalah 'jarak' yang wajar. Mundurlah sedikit bila kita merasa persahabatan sudah terlampau dekat. Sebaliknya, mendekatlah kala kita merasa persahabatan sudah semakin renggang.

-Sisihkan waktu untuk sahabat anda tetap jaga sikap toleransi. jangan anda terlalu sibuk dengan urusan anda saja.
jangan pernah malu untuk mngatakan apa yang anda rasa. jika anda ingin berterimakasih katakan saja. apabila anda ingin minta maaf,katakan saja.dan apa bila anda ingin marah kepadanya luapkan saja, tapi langsung selesaikan masalah diantara kalian, agar untuk masa yang akan embel embel kesalahan yang lalu tidak akan di ungkit kembali.

-Berilah bantuan apapun selagi anda mampu dan tidak melanggar peraturan yang ada. karena persahabatan harus di awali dengan sikap ikhlas.




Damai

Mengutip sedikit dari statusnya mbakku :



"Buah KEHENINGAN adalah DOA..
Buah DOA adalah IMAN..
Buah IMAN adalah KASIH..
Buah KASIH adalah PELAYANAN..
Buah PELAYANAN adalah DAMAI.."



Ya, jika disimpulkan pada dasarnya jadi orang jangan mudah terpengaruh, jika ada masalah jangan mudah terprovokasi. Kita butuh keheningan untuk memikirkan apa yang harus kita lakukan agar tidak menyakiti orang lain.
Teringat kata-kata dari seorang sahabatku "Apa yang ingin orang lain lakukan terhadapmu, perbuatlah demikian juga terhadap mereka".
Kata-kata ini sungguh menegur saya, walaupun masih seringkali 'kecolongan' karena ego yang terlalu meledak-ledak. Sebagai contoh, kalau kita ingin dihargai orang, hargailah orang itu lebih dulu.
Berikan action dulu sebelum kita menuntut sesuatu pada orang lain untuk mereka perbuat pada kita.
Kembali pada pokok bahasan. 
Dengan kita hening, pastikan pikiran kita tidak melayang-layang. Usahakan ditengah keheningan itu ambil saat doa agar tiap keputusan yang akan kita ambil tidak semata-mata karena buah pikiran kita sendiri.
Dengan demikian akan menumbuhkan iman kita pada Tuhan. Mengapa demikian? Ya karena berarti kita merendahkan hati dan berserah penuh pada Tuhan. Kita percaya sepenuhnya kalau Tuhan pasti beri jalan keluar dalam tiap masalah kita.
Nah, kalau sudah ada keputusan pasti keputusan tadi merupakan yang terbaik. Percaya deh, asal kita percaya saja pada Tuhan, pasti semua beres.
Sekarang, apa peran kita untuk sesama? 
Jika hidup kita pada tuntunan Tuhan, setiap laku kita pasti bermuatan kasih :)
Dengan kasih ini berarti kita akan memberi sukacita buat orang lain, mereka akan merasa nyaman bersama kita.
Hidup penuh sukacita pasti memberi damai dalam kita beraktivitas :)



GBU~









Sunday, March 4, 2012

Be Honest


Tips
For most people, keeping secrets intended to benefit someone is not considered dishonest, as long as you're confident that the person you're keeping the secret from will completely understand when they find out. Still, it's a fuzzy line determining which secrets are dishonest—keeping a surprise birthday party under wraps is one thing; not telling a child that they are adopted or that their pet has died is trickier, and will require a personal sorting of ethics.
We make judgments, assumptions and theories every day, but in order to be honest, it's important for us to acknowledge them as what they are: ideas about what the truth might be, not the hard truth itself. When you make a statement, try to add the phrase "In my experience..." or "Personally, I've observed that..." at the beginning, or end it with "...but that's just my observation/experience, that might not be how things are everywhere". For example: "In my experience, people who have physically demanding jobs tend to be more fit than those in office jobs, but that's just my own observation. That might not be how things are everywhere." It lets people know that you are making an observation that is limited to your situation, instead of making a blanket statement (i.e. stereotype or generalization) that isn't true.

Keep these words of wisdom in mind:


"Never do something you will have to lie about later. If you have to lie about it, you shouldn’t be doing it." 
"Son, always tell the truth. Then you'll never have to remember what you said the last time." Sam Rayburn (1882 - 1961), quoted Washingtonian, November 1978
"A half truth is a whole lie." Yiddish Proverb
"Truth fears no questions." Unknown
"The cruelest lies are often told in silence." Adlai Stevenson
"Oh what a tangled web we weave, When first we practice to deceive" Sir Walter Scott
Some may find it helps to keep track of your statements to others in written form (a journal or chart of some sort). This can help you to see how many times you are honest and how many times you are dishonest. Learn from these experiences. Having a record of past situations where you were dishonest can help you to consider what can you do better in the future situations. Visualize how it will be if you are honest and then let move forward confidently!

Warnings
Be wary when someone tells you something in confidence, and you know in your gut that you should share that information with someone else (knowledge of a crime, a lie, or a harmful act against another). This puts you in a difficult position, especially when the truth eventually comes out and the person affected by it finds out you knew all along. If someone starts off a sentence with "Don't tell so-and-so about this, okay?" be prepared to offer your own disclaimer: "If it's something that I'd want to know about if I was in their shoes, please don't tell me. I don't want to be responsible for keeping anyone's secrets but my own."
Be conscious of groups of peers or friends who may sway you to "stray" from your choice to stay on the "straight and narrow". Like any bad habit, you may be pressured to regress if you choose to hang around people who don't have integrity and don't cherish honesty. You don't have to automatically find new, more truthful friends, but be aware of your vulnerability to temptation if you continue associations with overtly dishonest people.
Dishonesty has many negative consequences. They are often not immediate or noticeable; they usually build up over time until they hit us like a brick wall, at which point it may be difficult to see how dishonesty has played a role in unhappiness. Consequences may include:

-Becoming numb to our own feelings if we hide them for a long enough time
-Becoming deeply confused about what we actually want
-Making a bad situation worse
-Not being prepared to face the consequences of our decisions and the reality of our situation, thus getting more hurt by it in the end
-Being haunted by guilt and fear that your dishonesty will be discovered
-An emotional state that can be best described as a "heavy heart"

If you find that you cannot control your lying, there may be emotional issues at work that are beyond the scope of this article. Consider meeting with a counselor or other professional who can help you work through those issues over the long term. It may be that dishonesty is a habit that you've set for your entire life, and it will take a good deal of introspection and work to unravel that pattern.



Wednesday, February 29, 2012

Parents

"Di saat mentari terbit, kita merasa enggan tuk melihatnya, tapi setelah terbenam barulah kita menyadari betapa indahnya mentari itu.
Begitupun seseorang yang hadir menghiasi hari-hari kita terasa biasa-biasa saja, tapi setelah dia pergi, barulah kita sadari betapa berharganya dia"
Renungkanlah kawan :)

Sudahkah kalian menghargai kehadiran orangtua kalian ?
Sebelum terlambat dan mereka tidak ada, berikan apa yang terbaik dari kalian untuk mereka.
Buat mereka bangga terhadapmu :)

GBU

Monday, February 27, 2012

Seberapa Berharga kita ?

Kehidupan itu penuh warna. Ya, banyak hal di dunia ini yang seringkali membuat kita tidak merasa bosan hidup di dunia ini. Meskipun tidak sedikit pula orang yang dengan enaknya mengakhiri hidupnya. Menurutku sih memang orang itu tidak dapat menikmati setiap hal yang terjadi di hidupnya.
Coba kita renungkan sejenak..
Kita hidup untuk apa? Apa gunanya kita dilahirkan di dunia ini?
Tidakkah kalian sadari, kita ini orang yang spesial :) Kita ada di dunia ini tidak kebetulan.
Semua sudah diperhitungkan, kita dipilih ! Kita orang pilihan :) Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang tidak berarti. Kita semua diciptakan dengan keunikan masing-masing. Syukurilah..
Bersyukurlah kalian yang berkecukupan, karena diluar sana banyak orang yang kelaparan.
Bersyukurlah kalian masih diberi kehidupan yang bebas ini.

Mungkin banyak dari kalian yang sedang terpuruk saat ini. Bangkit kawan ! 
Meratapi semua yang telah terjadi tidak dapat mengubah masa depan kalian. Harus ada usaha. Tunjukkan bahwa hidup kalian berguna buat orang lain ! Tunjukkan kalian beda dengan yang lain.
Jangan hidup dengan rutinitas, hiduplah dengan sesuatu yang baru.
Buat target, tujuan hidup kalian setiap harinya. Lakukan itu..
Percayalah, hidup kalian tiadak akan terasa membosankan :)

Selamat merenung..
GBU